Tampilkan postingan dengan label off road 4x4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label off road 4x4. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Januari 2013

Modifikasi Custom Tubular


Modifikasi Custom Tubular
Custom Tubular Suzuki – Toyota
OMG. Bukan bermaksud lebay, namun kata-kata itulah yang meluncur dari mulut saya dan Bimo (fotografer) saat menatap sosok kendaraan ciptaan Hadi Kusnadi ini. Modifikasi aliran apakah ini? Setengah traktor dan setengah jip?

Modifikasi Custom Tubular
Custom Tubular Suzuki – Toyota
Sengaja saya tidak menanyakan motif dibalik modifikasi edan ini. Sekedar ego untuk memuaskan keingintahuan dan mencoba mencernanya dalam bahasa sendiri. Melirik ke arah fotografer, tampak ia lebih banyak menggaruk-garuk kepala keheranan dibandingkan menangkap gambar dalam lensa Nikonnya.
Sindrom keheranan masih menggelayut, namun saat kembali menatap kendaraan tersebut, samar-samar saya teringat dengan modifikasi Dong style yang sempat ramai di amerika. Dong Style terkenal dengan penggunaan pelek overdosis. Namun, meski sadar si empunya kendaraan tidak mungkin menganut gaya tersebut, tetap saja saya konfirmasikan dalam bentuk pertanyaan. Ia pun menjawab dengan lugas. “Dong Style, tapi hanya ingin menyajikan sebuah kendaraan 4×4 yang lain dari pada lainnya,” ungkap pria yang akrab disapa Atung ini.
Modifikasi Custom Tubular
Custom Tubular Suzuki – Toyota
“Semula ingin coba-coba bikin tough truck seperti di Amerika, namun berhubung semua pirantinya re-use alias barang bekas, jadi saya hanya ingin memaksimalkan peranti yang ada. Dan inilah yang terjadi,” tutur suami Linda Lusuardi ini. “Walau tidak sesempurna tough truck di Amrik, namun paling tidak saya telah berupaya menuntaskan rasa keingintahuan dan perwujudan impian, ” lanjut pria yang sebelumnya memiliki 3 buah jip beroda raksasa ini.
Saat saya tanyakan apa basis utama dari kendaraan tersebut, lagi-lagi OMG! Sang empunya malah bertanya balik. “Tebak…kira-kira dari apa hayo..” kekeh bapak lima anak ini. “Saya juga bingung nyebutnya apa. Pada kendaraan tersebut terdapat unsur Suzuki, Toyota, Mercedesnya. ” Silakan saja sebut yang anda suka…,” tutupnya sembari tersenyum. OMG!
Mesin 6 silinder 4.230 cc comotan dari Land Cruiser FJ40, diandalkan sebagai dapur pacu jip jejadian ini. Walau nampak kusam, namun suara mesin tergolong lembut dan halus, baru setelah pedal gas ditekan teriakannya menggelegar dari ujung knalpot. Modifikasi Custom Tubular
Modifikasi Custom Tubular Girboks 4 percepatan comotan dari Panser Saladin FV601 menggantikan girboks 3 speed Toyota. Girboks panser bikinan Inggris ini memiliki perbandingan gigi yang lebih kasar dan tentunya lebih kokoh. Sedangkan untuk transferkase, Atung mempercayakan pada milik truk Zill bikinan Rusia. Transferkase bekas truk penarik Howitzer ini memiliki format terpisah dan dihubungkan dengan kopel dari transmisi, seperti halnya milik Suzuki Jimny.
Merek ban tertulis dalam tulisan Rusia, untunglah masih tersisa angka yang kami mengerti. Angka 28 diyakini sebagai diameter lingkar pelek, selebihnya ban yang sudah cukup sepuh tersebut masih meninggalkan misteri. Menurut perkiraan Atung, lingkar ban ini total mencapai 48 inci. Wow… Modifikasi Custom Tubular
Modifikasi Custom TubularModifikasi Custom Tubular Gardan Unimog 404 menjadi andalan bagi monster asal Kabupaten Bandung Barat tersebut. Final gir 35 : 7 (5 : 1) dan gigi reduksi 2,2 pada gardan portal menghasilkan perbandingan yang luar biasa low, 11: 1. Keunikan lain dari gardan ini, masing-masing telah dilengkapi locker yang dioperasikan secara manual dengan menggunakan seutas kawat.
Per keong comotan dari Unimog dan link custom merupakan kombinasi yang menyokong berdirinya kendaraan setengah traktor dan setengah jip ini. Sedangkan untuk meredam guncangan, atung menggunakan sokbreker lansiran Bilstein dengan kemampuan travel hingga 14 inci. Modifikasi Custom Tubular
Modifikasi Custom Tubular
Modifikasi Custom Tubular
Tak tanggung-tanggung, Atung menyematkan sebuah winch elektrik Warn *274 M40 dan PTO custom. PTO ini merupakan salah satu karya Atung yang menggunakan transferkase Jimny LJ80 Jangkrik dan gulung-an PTO bekas comotan dari Dodge Power Wagon.
Kondisi kabin tergolong minimalis dan sangat simple. Dalam kabin tersebut nampak handle dan tuas serta perangkat instrument seperlunya saja yang lebih mengedepankan fungsi dan sedikit mengorbankan estetika. Modifikasi Custom Tubular
Modifikasi Custom Tubular
Spesifikasi Teknis 4×4 Custom Tubular
Mesin Toyota 2F 6 Inline OHV 4.230 cc
Karburator OEM Toyota 2F
Cam Standar
Girboks 4 percepatan manual Panser Alvis Saladin FV601
Transferkase Gaz / Zill
Gardan Unimog 404
Final Gir 35 : 7
Gir reduksi gardan portal 2,2
Locker Unimog 404 dioperasikan dengan kabel
Sasis Suzuki SJ410 customized
PTO Customized transfercase Suzuki LJ80 dan Dodge Power Wagon
Winch Warn 8274 M40
Kap motor Suzuki SJ410
Ban Traktor eks Uni Soviet dengan diameter rims 28 inci
Pelek Traktor eks Uni Soviet
Per Unimog 404
Sokbreker Bilstein
Suspension link customized by Atung
Bengkel Atung, Telp (022) 2017727
Modifikasi Custom Tubular
FATHER OF THE MONSTERSEntah bagimana awalnya Atung jatuh cinta dengan dunia jip monster. Namun menurut pengakuannya, kecintaannya tehadap jip berukuran tak normal ini dimulai dari sebuah poster monster truck di amerika yang dimilikinya tahun 80-an. “Saya takjub, dan terinspirasi untuk menciptakan kendaraan seperti itu suatu hari kelak,’ kenangnya.Mungkin saja Atung bukanlah orang yang pertama kali mengusung monster truck di negeri ini, namun pria bertubuh mungil ini bisa jadi merupakan pemilik monster truck terbanyak di Indonesia. Setidaknya 4 jip dengan ban raksasa menjadi penghuni garasinya. Dan nampaknya akan muncul monster-monster lainnya. Saya tetap akan berkreasi,” tutupnya.
Sumber: majalah Jip edisi Maret 2010. Teks: Suryo Sudjatmiko. Fotografi: Bimo S Soeryadi

Senin, 14 Januari 2013

Tim Alpindo Juara Seri satu Djarum Super Offroad 2012

Tim Alpindo Juara Seri satu Djarum Super Offroad 2012
TANGERANG (DP) — Tim Alpindo menjadi juara di seri 1 Djarum Super 4×4 Real Adventure Offroad 2012. Tim Offroad asal Sukabumi, Jawa Barat, ini mengalahkan tim Jangkar Miring Hiu.
Pada event kejurnas yang digelar di BSD City, Tangerang, tim Alpindo sudah memimpin di hari pertama, Sabtu (14/4). Hasil baik itu  berhasil diteruskan oleh Joko Jangkrik dan kawan-kawan di dua SS terakhir.
Hasilnya, tim Alpindo mengumpulkan poin tertinggi (341). Mereka melakukan kerjasama tim yang baik sehingga mencatat waktu tercepat di SS3, SS5 dan SS6.
Kemenangan tersebut tentu saja sangat disyukuri oleh tim yang baru dibentuk 2011. Pihak Alpindo pun harus mengakui bahwa faktor alam sangat berpengaruh di event ini.
“Trek seri I pertama menarik. Namun faktor alam ikut bicara. Saat hujan turun semua strategi tak berguna, tinggal faktor keberuntungan dan kesiapan tim,” kata Joko Jangkrik.
Di posisi kedua ditempati oleh tim asal Surabaya, Jangkar Miring Hiu yang mengumpulkan 269 poin. Posisi ketiga diraih oleh juara nasional 2010, Khesena Offroad dengan 200 poin.
Pada kelas Perseorangan, Up 2.501cc dimenangkan Wahyu Lamban/Andik dari tim Jangkar Miring Hiu dengan total waktu 01 menit dan 13.178 detik. Sementara di nomor Perorangan Under 2.500cc dimenangkan Hendri Dunan/Riki dari Galunggung Offroad. Dunan mencatat total waktu terbaik 01:16.326 detik. [dp/Rek]

Djarum Super 4x4 Real Adventure Offroad


 Kejurnas Djarum Super 4x4 Real Adventure Offroad Seri 2 Tasikmalaya


  Djarum Super 4x4 Real Adventure Offroad
Menapaki seri ke-2 kejuaraan nasional Djarum Super 4x4 Real Adventure Offroad, Tjahyadi Gunawan bersama Genta Auto & Sport memboyongnya ke Pulau Jawa bagian Barat, yakni di Desa Urug, Tasikmalaya pada 12-13 Mei 2012. Dengan hadirnya 21 tim offroad membuat persaingan lebih hidup.Melihat karakter trek yang disuguhkan oleh Tjahyadi Gunawan, tanah dengan benjolan-benjolan akar pohon mahoni tampak mendominasi sepanjang trek. Trek menjadi lebih licin membuat peserta kesulitan dalam setiap aksinya. Tak sedikit mereka terpaksa harus terjungkal.
Tjahyadi Gunawan pimpinan Genta Auto and Sport masih memberikan tantangan untuk peserta dengan menyediakan sebanyak 7 SS untuk kategori tim dan 1 SS untuk kategori perorangan.
Sulitnya medan pun terkadang harus membuat para peserta berkonsentrasi penuh. Ditambah dengan hadirnya penonton yang memadati trek juga membuat peserta harus lebih waspada. Ditambah dengan trek yang sempit membuat peserta harus memperhitungkan dalam menginjak pedal gas.


Keluar sebagai pemenang di seri ke-2 ini adalah Alpindo 47 yang berasal dari Sukabumi dengan mengumpulkan 330 point. Di posisi ke-2 tampil tim asal Jogjakarta, J Adventure Melia Laundry dengan perolehan angka 317.

Menguntit di posisi ke-3 adalah Jangkar Miring Hiu dengan point 242. Sementara di posisi ke-4 dan ke-5 masing-masing adalah Khesena Offroad (182) dan Galunggung 1 (164).

sumber : 

Fatya Nurrahman Kejar Poin di Kejurnas Adventure Offroad



Fatya Nurrahman Kejar Poin di Kejurnas Adventure Offroad
- Tidak semua offroader merasakan kesulitan dalam menghadapi trek dalam kejuaraan nasional adventure offroad yang baru saja diselenggarakan di Desa Urug, Tasikmalaya-Jawa Barat pada 12-13 April 2012 lalu.Memang dari setiap seri yang diselenggarakan, Genta Auto & Sport pimpinan Tjahyadi Gunawan selalu memberikan tantangan yang berbeda melalui desain trek yang harus dilalui oleh peserta.Akan tetapi, dengan perbedaan karakter trek dari seri ke seri justru bisa membuat para peserta semakin merasakan persaingan menjadi lebih hidup.
Soal settingan mobil memang menjadi menu utama yang harus dipersiapkan disamping persiapan fisik dari offroadernya sendiri.

Dalam seri ke-2 Kejurnas Adventure bertajuk 'Djarum Super 4x4 Real Adventure Offroad', Fatya Nurrahman cukup merasakan animo persaingan. Ditambah dengan karakter trek yang terjal dengan tanjakan terlihat dominan sepanjang trek.

Kendati demikian, offroader asal Kota Gudeg yang tergabung bersama GT Radial 4x4 Offroad Team tetap bisa memberikan hasil terbaiknya.
Melewati jalur trek yang sempit dan berhias akar pepohonan mahoni, Fatya Nurrahman yang mengendarai Jeep Wrangler bisa meraih fastest lap di Spesial Stage (SS) 1.
Dengan berakhirnya seri 2 ini, Fatya Nurrahman yang bersana rekan satu timnya, Inung NF dan Mariachi Gunawan kini mengumpulkan poin seri sebanyak 11 angka.

sumber : sportku.com


eBay Find of the Day: Andre Agassi's Hemi-powered Jeep Wrangler 2013




eBay Find of the Day: Andre Agassi's Hemi-powered Jeep Wrangler 2013Before retiring in 2006, tennis legend Andre Agassi played big on the court, and, apparently, played really big off road. His heavily customized 2007 Jeep Wrangler Rubicon Unlimited has been served up on eBay Motors and, you might expect, it's as bold as Agassi himself.

The Wrangler began with a humble 3.8-liter V6, rated at just 202 horsepower. Obviously that's not enough oomph for a celebrity sports star, because Agassi had Burnsville Offroad replace the anemic plant with a more appropriate 6.1-liter Hemi V8. To handle the 420 horses, Burnsville added a 545 RFE automatic transmission, Rancho 9000 shocks, tubular doors and LNG suspension system that presumably gave the Vegas-native all the offroad capabilities he needed to navigate the Nevada countryside. Or the Strip.

Seller Classic & Collectible Cars of Las Vegas says almost $80,000 was spent on the 4x4 at The Custom Shop, also in Nevada. That's on top of the cost of the original vehicle. For that kind of money, you might think they would have thrown in some custom interior pieces, too, but at least the auction winner will have a custom sound system to enjoy.

As of this writing, the auction bidding is at $33,100 after 18 bids, a fraction of that claimed customizing bill. Reserve hasn't been met, but a listing on C&C's website shows a $48,995 asking price.

off road 4x4

Gamabar off road 4x4















Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons