Tampilkan postingan dengan label Offroad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Offroad. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Januari 2013

Adventure Off Road 4X4 Kuningan

http://tasikmalaya-offroad.blogspot.com/
Adventure Off Road 4X4 yang digelar Linggara Lodaya Cereme yang mengambil rute di kawasan Kuningan timur nampaknya tidak berjalan mulus. Pasalnya, beberapa peserta yang datang dari luar Kuningan mengaku tidak mendapat pertolongan saat terdampar selama tiga hari.

Nikki salah seorang peserta asal Kota Tasik saat ditemui Kuningan News, Rabu (23/1/2013) di bengkel di kawasan Kecamatan Cidahu, Kuningan mengatakan, dirinya merasa kecewa dengan panitia penyelenggara. Bahkan ia menilai panitia penyelenggara tidak manusiawi karena membiarkan dirinya beserta puluhan peserta lainya terdampar tanpa adanya penanganan dari pihak panitia.

“Seharusnya setelah acara selesai, Minggu (20/1/2013) panitia langsung mengevakuasi peserta yang mengalami kendala seperti saya, namun hal itu tidak dilakukan” katanya dengan nada kesal.

Karena tidak ada penanganan dari panitia sambung Nikki, terpaksa ia harus memanggil bantuan dari Tasik untuk proses evakuasi. Bahkan jalur evakuasinya sendiri tidak dipersiapkan secara matang oleh panitia. Hal ini terbukti ketika dirinya melewati jalur evakuasi, banyak warga yang protes dengan kegiatan off road itu, padahal dirinya tidak tahu apa-apa karena itu urusan panitia.

“Saya kapok kang mengikuti kegiatan ini di Kuningan, kedepan saya tidak akan mengikuti lagi, jika penangananya seperti ini,” ungkapnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Linggara Lodaya Cereme yang dikomandoi Ir Tomi Indra Mulyawan menggelar Adventure Offroad 4X4, Sabtu (19/1/2013) yang dilepas di Lapangan Pandapa Paramarta, Kuningan.

Kamis, 17 Januari 2013

Waduk Darma Jadi Sirkuit Offroad


Waduk_Darma_Jadi_Sirkuit_Offroad.jpg


KUNINGAN– Waduk Darma, Kabupaten Kuningan, yang menyusut sengaja dimanfaatkan para offroader. Waduk seluas 425 hektare ini disulap menjadi sirkuit offroad.

Waduk Darma surut akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Tak ingin kehilangan potensi Waduk Darma, sejumlah offroader wilayah III Cirebon, Ciamis, Bandung hingga Tegal menggelar Sumpah Pemuda Offroad 2012 di Desa Jagara,Kecamatan Darma. Ketua Komunitas Jeep Kuningan (Kojek) Manaf Suharnaf selaku penyelenggara acara mengatakan, Selain memperingati Hari Sumpah Pemuda juga mempromosikan objek wisata Waduk Darma sebagai potensi unggulan di Kabupaten Kuningan.

”Kendati kondisi airnya surut,ternyata Waduk Darma masih mempunyai potensi yang bisa menarik wisatawan. Salah satunya dijadikan sirkuit offroad,”ujar Manaf,kemarin. Kegiatan offroad yang baru pertama kali ini digelar selama dua hari yaitu kemarin dan hari ini. Hari pertama para peserta diajak melakukan country road melintasi empat desa di sekitar Waduk Darma dan puncaknya digelar trial stagedi tiga sirkuit berbeda.

”Medan yang berlumpur dan bergelombang menjadi tantangan yang harus ditaklukkan para offroader.Sirkuit di Waduk Darma ini pasti berbeda dengan sirkuit yang biasa dan bakal menjadi tontonan menarik,”katanya. Para peserta Sumpah Pemuda Offroad 2012 ini berasal dari berbagai daerah di wilayah III Cirebon, bahkan hingga Garut, Subang,Bandung,Tegal,dan Purwokerto.

Melihat antusias para peserta, dia berencana menjadikan agenda tersebut sebagai kegiatan tahunan dengan harapan jumlah peserta lebih banyak dan bisa mewakili setiap daerah di Indonesia. Kepala Desa Jagara Umar Hidayat mendukung penuh kegiatan offroad tersebut. Dia berharap event tersebut bisa digelar rutin setiap tahun.

Para pemuda desa yang tergabung dalam karang taruna siap dilibatkan dalam penyelenggaraannya. ”Tak hanya itu, tampilnya offroader juga menjadi daya tarik para wisatawan untuk datang ke Kuningan. Kegiatan ini bisa menjadi wahana wisata baru Waduk Darma untuk mendukung terwujudnya Desa Jagara sebagai Desa Wisata pada tahun 2015,”ujar Umar. Sambutan positif diungkapkan Manajer Waduk Darma Andang Koswara.

Dia menilai kegiatan komunitas pecinta mobil jeep semakin menyemarakkan wisata di Waduk Darma.Aktivitas ini tidak hanya menarik bagi para offroader,namun juga masyarakat awam yang menyukai dunia automotif. ”Kegiatan offroad pasti bakal menarik perhatian masyarakat luas untuk berbondong-bondong datang ingin menonton.

” Hal ini pasti berdampak pada jumlah pengunjung objek wisata Waduk Darma sesuai harapan kami,”ujar Andang. Offroad di Waduk Darma adalah yang pertama kali diadakan. Tidak menutup kemungkinan untuk digelar event serupa dengan melibatkan komunitas automotif lainnya. ”Kegiatan ini sangat menarik, karena digelar ketika Waduk Darma surut dan saya yakin tidak akan memengaruhi keberadaan waduk.

Justru malah menjadi daya tarik tersendiri karena masyarakat bisa menjangkau tengah Waduk Darma tanpa naik perahu. Jika sekarang baru dipakai offroad,mungkin ke depan bisa untuk kegiatan motor trail atau lainnya selama tidak merusak dan mengganggu keindahan waduk,”bebernya. mohamad taufik         

Rabu, 16 Januari 2013

Wisata Offroad-Land Rover Bandung

Wisata Offroad-Land Rover Bandung

Wisata Offroad Land Rover di Bandung, Rasakan sensasi petualangan offroad Bandung Utara-Lembang dengan land rover bersama kami, Kirana! Kami menyediakan beberapa Paket wisata offroad Land Rover Sukawana - Lembang - Ciwidey - Pangalengan dengan land rover. Paket Wisata Offroad Land Rover di Bandung - Lembang, minimal peserta 10 orang
Sukawana adalah nama daerah yang terletak sekitar 30 kilometer sebelah utara kota Bandung yang sebagian besar wilayahnya adalah kebun teh produktif milik PT. Perkebunan Nusantara VIII. Namun nama Sukawana yang dikenal oleh sebagian komunitas penggiat adalah areal lereng selatan Gunung Tangkuban Perahu yang sebagian besar merupakan hutan pinus dalam pengelolaan Perum Perhutani dan sebagian lagi termasuk dalam area cagar alam Gunung Tangkuban Perahu. Sukawana merupakan lokasi yang sering dijadikan tempat untuk berkegiatan luar ruang (outdoor) oleh sebagian masyarakat, tidak saja Bandung dan kota kota satelitnya, tapi juga daerah lain seperti Jakarta, Bogor dan sekitarnya.

Paket 1 hari Wisata Offroad Bandung Utara - Sukawana - Lembang

Tujuan:

Sukawana - Bandung Utara



Fasilitas:
Makan Siang 1x
Snack 1x
Transportasi oleh Land Rover
Tiket dan Pemandu
Wisata Offroad-Land Rover Bandung
Agenda Tour:
  • Penjemputan di stasion/hotel
  • Offroad menuju Sukawana
  • Makan Siang di Restoran setempat
  • kembali ke Bandung

Selasa, 15 Januari 2013

Willys 1954


Willys 1954
Willys 1954 Monster
Bermodal kaki jangkung dan ban raksasa, Willys pun menjelma menjadi sebuah monster.
Kendaraan ini memperoleh sertifikasi resmi dari majalah JIP dengan nomor sertifikasi 081.0109.202.002.
Kembali kota Bandung menjadi tempat lahirnya sebuah jip monster. Tak tanggung-tanggung kali ini ban berukuran 52 inci menjadi alas kakinya. Walau berkaki raksasa, namun si monster ini memiliki jantung alias mesin dengan kapasitas kecil.

Willys 1954
Willys 1954 Monster
Lagi-lagi, jip unik ini adalah buah tangan Hadi Kusnadi alias Atung, pria asal Bandung yang memang terkenal dengan karya-karya ‘ajaib’. Namun dibanding jip-jip buatannya dulu, kali ini Atung mengambil langkah yang benar-benar ekstrem dengan mengikuti tema monster truck. “Sebenarnya saya sudah lama terobsesi dengan monster truck seperti Big Foot atau Grave Digger,” aku Atung setengah berbisik.
Willys 1954
Willys 1954 Monster
Event monster truck sangat popular di Amerika. Berawal dari mud bogger pada akhir era 1970-an, kini menjadi salah satu entertainment show keluarga terpopuler di Amerika, Daya tarik monster truck adalah ban raksasa (antara 48 sampai 66 inci) dan suspensi super jangkung, yang memungkinkan mereka menggilas, bahkan melompati rintangan besar, seperti tumpukan mobil.
Karena Atung benar-benar menginginkan ciptaan gresnya ini mendekati monster truck di Amerika, ia pun memilih ban ukuran 52 inci lansiran Alliance, salah satu produsen ban traktor yang sering dipakai monster truck negeri Obama tersebut. “Ban ini khusus didesain untuk monster truck. Tidak keras seperti ban traktor. Bahkan lebih ‘empuk’ dibandingkan ban off-road seperti Super Swamper ataupun Simex,” jelas Atung yang terpaksa menggunakan ban ‘normal’ agar jip ini bias dikemudikan ke lokasi pemotretan.
Dalam menentukan ban, Atung tidak menjatuhkan pilihan semata-mata karena dipakai ‘monster-monster Amerika’ idolanya. Ia sudah melakukan serangkaian pengamatan dan penelusuran spesifikasi. “Ban ini memang khusus diciptakan sebagai ban penggilas, lebih  lebar dan berbahan lebih kenyal, sehingga saat menginjak mobil bangkai, terasa lebih ‘renyah’ dan lebih enak dilihat,” kekehnya.
Biasanya monster truck dilenkapi mesin V-8 berkapasitas besar. Namun Atung memilih mesin Mitsubishi Lancer berkode 4G63. Pilihan yang sedikit unik, “Target kita bukan monster yang bias meloncati mobil-mobil, namun bias melindas dengan tenang,” terang Atung. “Mesin tidak perlu besar, kita bermain dengan reduksi gir yang diperoleh dari dua transfercase dan gear reducer pada gardan portalnya,” imbuhnya. Willys 1954
Willys 1954 Guna mendapatkan putaran low yang ekstrem, Atung pun mengaplikasi 2 buah trasnfercase Jimny SJ30 yang masing-masing memiliki perbandingan pada posisi low 1: 3,052. Sebuah transfercase Jimny SJ410 dipasangkan dalam posisi terbalik yang dipergunakan untuk mengaktifkan Power Take Off (PTO) lansiran Ramsey.
Gardan lungsuran Unimog 404 yang masing-masing telah dilenggkapi dengan gear reducer dan factoryu locker pada gardan belakang. Rasio giginya pun tergolong fantastis, 1: 7,56.Agar memiliki tracel suspensi yang jauh, maka per keong pun menjadi andalan bagi monster berkaki bengkak ini. Per aftermarket lansiran Old Man Emu untuk Land Rover dieprcaya menyangga gardan depan, sedangkan gardan belkang menggunakan King coil yang ditenteng langsung dari Amerika pada pertengahan 1990-an silam. Willys 1954 Willys 1954
Willys 1954 Sepasang jok hasil perburuan di pasar limbah kendaraan menjadi penghuni kabin. Melongok lebih dalam akan dijumpai banyak tuas. Bukannya koleksi, namun masing-masing tersebut memiliki tugas tersendiri, mulai dari tuas shifter girboks, transfercase hingga tuas rem tangan. Perlu ‘penyesuaian’ yang serius sebelum mengoperasikannya.
Sebuah PTO Ramsey disematkan pada moncong depan. Jurus bijak untuk merecovery diri sendiri jika stuck. Winch ini beroperasi berkat andil transfercase Jimny SJ140 yang disambungkan pada winch bikinan Amerika ini. Willys 1954
Willys 1954 Di balik sosoknya yang cenderung imut, ternyata Atung ini bisa dikatakan sebagai bapak jip monster Indonesia. Worskshop dan sekaligus garasi miliknya berisi 5 unit jip hasil modifikasi yang rata-rata memiliki sosok tinggi dan besar.Obsesi akan keberadaan monster truck pun banyak menggoda pemilih usaha pembuat antena parabola ini. “Heran juga ya, setiap kreasi yang saya buat rata-rata menjelma menjadi jip dengan ukuran yang luar biasa. Mungkin ini merupakan pengaruh dari kuatnya obsesi saya tersebut,” gelak lelaki yang doyan berseksperimen ini.
Pelek traktor 22,5 inci dibalut ban raksasa dengan ukuran 52 inci lansiran Alliance. Pabrikan Alliance merupakan pabrikan ban dari Israel yang banyak memproduksi ban-ban untuk keperluan pertanian hingga ban untuk monster truck. Dalam hal ini ban tipe monster truck yang dipilih Atung. Untuk mendapatkan ban tersebut Atung harus sabar menunggu hingga 1 tahun sebelum akhirnya nempel pada Willys andalannya ini. Willys 1954
Sebuah radiator berukuran besar nampak bertengger di belakang ruang kemudi. Alasannya agak berbeda dari biasa, yakni gara-gara posisi mesin yang justru dimajukan demi perimbangan bobot. Hal inilah yang memaksa posisi radiator pindah ke belakang.
SPESIFIKASI TEKNIS WILLYS 1952
Sasis Willys 1952
Bodi Willys customized
Mesin Mitsubishi 4G63
Girboks Mitsubishi T-120 SS
Transfercase 2 buah Suzuki Jimny SJ30 dan 1 buah Jimny SJ410
Gardan Unimog 404 (depan/belakang)
Final Gir 1 : 4,88
Per Old Man Emu (depan) King coil (belakang)
Ban Alliance 550/60-22,5
Pelek Custom
Power steering Colt Diesel
Sokbreker Eks bis Mercedes Benz (depan/belakang)
Bengkel Bengkel Atung, Jl Cipanjak Kabupaten Bandung, Telp: (022) 2017727
Sumber: majalah Jip edisi Januari 2009 Vol 81. Teks: Suryo Sudjatmiko. Fotografi: Kodjang.

Suzuki Jimny Sierra


Suzuki Jimny Sierra
Suzuki Jimny Sierra
Seorang off-roader edan asal Bandung melakukan rekayasa genetika. Muncullah makhluk bernama Jigado.
Di kalangan penyuka lumpur nama Hadi Kusnadi atau yang kerap disapa Atung sudah tidak asing lagi. Jip hasil modifikasinya pun sudah 2 kali diulas di majalah JIP. Toh, begitu keinginannya untuk membuat modifikasi tak pernah berhenti. Buktinya kini ia memunculkan Jigado (Jimny Gado-gado .red). Hehehe…

Suzuki Jimny Sierra
Suzuki Jimny Sierra
Seperti biasa gaya modifikasinya tergolong radikal. Meskipun bahan dasar modif berupa sasis dan bodi milik Suzuki Jimny Sierra, tapi komponen lainnya dicomot dari berbagai merek kendaraan lain.
Suzuki Jimny Sierra
Suzuki Jimny Sierra Monster Tire
Seperti misalnya mesin Jeep CJ-7, garden Mercedes Unimog 4011, girboks Toyota FA, per keong campuran milik Cherokee-Unimog dan sebagainya. Species baru yang dimunculkan Atung kali ini sedikit berbeda. Lantaran dimensi gambot dan berat yang jadi ciri khas rancangan pengusaha antenna parabola, kini tak terlihat pada ubahan Jimny Sierra-nya.
Jip bikinan Jepang ini terlihat ringkas seperti aslinya. Pemilihan garden Unimog 4011 dimensinya tak begitu lebar sehingga masih seimbang dengan bodi dan sasis Jimny. Selain itu rancangan bodinya pun dibuat simple. Hanya separuh bodi yang masih mencirikan Jimny, selebihnya rollbar yang dilas langsung ke sasis Jimny yang sudah di reinforce.
Kelenturan suspense Jigado biarpun belum terbukti ampuh di ajang kompetisi resmi layak diacungi jempol. Silahkan nikmati beberapa foto aksinya di halaman ini. Perhatikan liukan suspensi depan dan belakang yang mampu menyesuaikan level ketinggian batu.
“Jip ini memang dirancang untuk ikut rock crawling. Selain crawling ratio-nya low, traveling suspensinya juga lebih panjang. Biar manjat batunya lebih mudah,” cerocos Atung tanpa bisa distop. Menurutnya roda Jimny tunggangannya ini baru berputar setelah 147 putaran mesin.
Wah, sip juga nih!
Suzuki Jimny Sierra Mesin Jeep CJ-7 jelas lebih mumpuni. Selain tenaganya besar torsinya pun mencukupi untuk merayap pelan di batu. Berhubung kompartemen mesin Sierra sempit terpaksa fire wall dikorbankan dan dibobok. Untuk pengapian dan karburator tetap dibiarkan seperti aslinya.
Suspensi lentur yang dimiliki Jigado ini berkat perpaduan coil springs milik Unimog (depan) dan Cherokee (belakang) serta sokbreker bawaan asli Toyota Land Cruiser VX. Agar gerakan suspensi lebih maksimal didukung dengan sisterm 5 link arm di depan dan 4 link arm di belakang.
Suzuki Jimny Sierra Dasbor dibikin ulang dari pelat aluminium namun tanpa dilengkapi panel-panel yang rumit. Jok tetap pakai milik Jimny Sierra dilengkapi sabuk pengaman 4 titik. Yang sedikit membuat aneh interior ini adalah adanya tongkat persneling yang panjang serta tuas rem yang extra size juga.
Pelek 20 inci milik Unimog dipadu ban Dunlop SP7 12,5×20 membuat ground clearance Jimny Atung makin tinggi.
Suzuki Jimny Sierra Tenaga mesin CJ-7 dikawinkan dengan girboks Toyota FA 5 percepatan dipadu transfer care as Sil. Perbandingan gigi satu girboks Toyota FA 1:7,2. Sementara transfer case gigi lownya 1:2,7.
Sebagai alat recovery, Atung lebih memilih PTO hydraulic yang diyakini mampu menarik beban hingga 10 ton.
Suzuki Jimny Sierra Gardan Mercedes Unimog 4011 tak hanya kuat namun juga memiliki ground clearance yang tinggi. Selain itu sudah dilengkapi air hydraulic locker bawaan pabrik. Final gir garden Unimog ini punya perbandingan 1:7,56.
Bodi belakang sengaja dibiarkan telanjang. Yang menonjol hanya konfigurasi rollbar dari pipa besi. Tangki bensin dan aki sengaja ditempatkan di kabin belakang agar lebih ringkas.
Suzuki Jimny Sierra Agar kopel tak mudah melintir dan menyesuaikan posisi girboks yang mundur maka perlu dirancang ulang.
SPESIFIKASI TEKNIS
Bodi dan Sasis Suzuki Jimny Sierra
Mesin Jeep CJ-7
Kapasitas Mesin 4.200cc
Jumlah Silinder 6 Silinder Segaris
Pengapian OEM CDI CJ-7
Pasokan Bahan Bakar Karburator OEM CJ-7
Altenator OEM Mitsubishi 100 Ampere
Aki Yuasa 100 Ampere
Girboks Toyota FA 5 Percepatan
Transfer Case Gas Sil 2,7 : 1
Gardan Unimog 4011 (depan-belakang)
Final Gir 1 : 7,56
Locker Air Locker Hydrolic (depan-belakang)
Ban Dunlop SP7 12,5×20
Pelek Unimog 20 inci
Sobreker Toyota Land Cruiser VX ( 3 depan- 4 belakang)
Per Coil Springs Unimog (depan), Cherokee (belakang)
Link Arm 5 link VHS (depan), 4 link ball joint (belakang)
Winch PTO Hydraulic 10 Ton
Rollbar Custom
Bumper Custom ARB (depan-belakang)
Jok OEM Jimny Sierra
Sabuk Pengaman 4 titik
Lampu Sorot 4 buah
Bengkel Dikerjakan sendiri
Sumber: majalah Jip edisi April 2006 Vol 48. Penulis: R. Tunggul Birawa. Fotografer: Finni Shintaviani.

Suzuki Jimny LJ80V

Hijau, besar dan kuat memanjat batu.

Suzuki Jimny LJ80V
Suzuki Jimny LJ80V
Jika Bruce Banner yang berpostur kecil bermutasi menjadi Hulk, raksasa hijau yang sanggup meruntuhkan gedung, maka Jimny LJ80V milik Hadi Kusnadi ini bermutasi menjadi jip rock crawling yang sakti mengangkangi batu besar.

Suzuki Jimny LJ80V
Suzuki Jimny LJ80V
Perubahan yang sangat signifikan tak lepas dari keisengan si pemilik yang akrab disapa Atung ini. “Itulah ‘penyakit’ saya untuk urusan modifikasi jip. Kayaknya belum puas kalau belum memaksimalkan modifikasinya,” terang modifikator asal Kabupaten Bandung yang memang kondang kreatif menciptakan jip berukuran ‘monster’.
Suzuki Jimny LJ80V
Suzuki Jimny LJ80V
Masih setia dengan mengusung tema lama yang menjadi kegemarannya, seperti yang sudah-sudah, bapak 5 anak ini fokus mengubah Jimny berakta tahun 1981 ini menjadi perambah batu sejati. “Modifikasi jip berspek rockcrawling memang menyita perhatian saya sejak lama. Dan jip ini merupakan hasil kreasi saya yang kesekian kali,” ungkap pria yang juga mengkoleksi beberapa jip bergardan portal milik Unimog ini.
Kendati masih menyisakan ciri-ciri sebuah Jangkrik, namun mulai dari sasis, gardan dan mesin mengalami pembengkakan yang cukup signifikan. Sasis mengalami pemanjangan sekitar 50cm, gardan diganti milik Toyota Land Cruiser yang jelas lebih besar dibandingkan gardan Jimny, dan mesin pun diganti dengan mesin 4G93 comotan Mitsubishi Lancer berkapasitas 1.800cc. Keisengan suami Linda Lusuardi inipun tak pelak mengubah sosok mungil Jimny Jangkrik menjadi sosok monster.
“Memang wujudnya sudak tak lagi mungil. Jip imut ini sudah menjelma menjadi raksasa,” sambung pria yang menekuni bisnis membuat antenna ini “Sekalian saja dicat hijau seperti Hulk,” kekehnya.
Suzuki Jimny LJ80V Supaya mendapat travel suspensi panjang, Atung menggunakan per aftermarket bikinan Amerika pada roda belakang. Sayang, ia lupa mereknya. Sedangkan untuk bagian depan menggunakan per Jeep XJ Cherokee.
Ruang kokpit dirancang sederhana namun fungsional. Tampak beberapa tuas yang berfungsi untuk mengoperasikan transferkase dan PTO Suzuki Jimny LJ80V
Suzuki Jimny LJ80V Kompartemen mesin dirasa tidak cukup lagi menampung perangkat pendingin mesin alias radiator. Karena itu radiator  dipindah  ke belakang dan dilengkapi dengan electric fan.
Simex Extreme Trekker tak hanya jempolan menggigit tanah. Atung berpendapat bahwa ban ini pun memiliki kemampuan yang baik untuk merayap di atas batu. Suzuki Jimny LJ80V
Suzuki Jimny LJ80V Keampuhan garden Toyota Land Cruiser FJ40 sudah teruji. Atung pun tanpa ragu mengaplikasikan. Supaya tidak kehilangan traksi saat merayap di atas bebatuan, gardan belakang diberi locker custom bikinan sendiri, alias dilas.
Tampak 4 buah pedal tertata di bawah kemudinya. Jangan langsung beranggapan Atung sedang obral pedal. Tiga pedal berfungsi seperti layaknya jip normal, sedangkan satu pedal tambahan berfungsi sebagai foot brake alias rem tangan yang pengoperasiannya dipindahkan ke kaki. Suzuki Jimny LJ80V
Suzuki Jimny LJ80V Mesin berkode 4G93 dari Mitsubishi Lancer. Demi kepraktisan, system injeksi elektronik telah digantikan karburator milik Toyota Kijang 1.800 cc. Walaupun didowngrade begitu, mesin berkapasitas 1.800 cc ini tetap saja lebih bertenaga ketimbang F8A yang hanya 800 cc. Sebuah adaptor dihadirkan agar kompak dengan girboks Mitsubishi T120SS, keduanya bahu-membahu menggerakkan Jimny berukuran jumbo ini.
Masalah rekoveri mendapat perhatian khusus. Winch Power Take Off (PTO) copotan dari Mitsubishi Pajero disiagakan di depan. Disambungkan pada transfercase LJ80 untuk perngoperasiannya. Untuk berjaga-jaga, di bagian belakang tertanam winch elektrik Warn XD9000. Suzuki Jimny LJ80V
Suzuki Jimny LJ80V Transfercase SJ30 Apa yang telah diraih Jimny Jangkrik Atung tak lepas dari peran Suzuki Jimny SJ30. Jimny SJ30 merupakan anak sulung di keluarga besar Jimny generasi II. Wujudnya sama persis dengan SJ419 yang banyak beredar di Indonesia, namun dipersenjati mesin 2-tak 539 cc berpendingin air. Dan pada tahun 1984 diperkenalkan versi turbonya.
Jimny jenis ini hanya beredar di pasaran domestik Jepang. Kiprahnya dimulai pada 1981, dan berakhir pada 1987, termasuk model yang cukup berhasil di Jepang. Bahkan di negara asalnya SJ30 lebih populer disbanding SJ40 (SJ410) yang hanya muncul 2 tahun saja, yakni pada tahun 1982 hingga 1984.
Transfercase SJ30 ini memiliki rasi perbandingan paling low di antara segenap keluarga besar Jimny. Perbandingan gigi L (1 : 3,052) dan H (1 : 1,741)
3 in 1
Jip rockcrawling butuh kemampuan merayap yang hebat. Untuk itu wajib memiliki rasio gir super low. Solusinya, dua buah transfercase SJ30 dipasang sekaligus pada jip ini! Itupun masih ditambah sebuah transfercase LJ80 untuk mengaktifkan PTO.
Susunannya, dari mesin Atung memasang sebuah transfercase SJ30 di belakang girboks Misubishi Colt T120SS. Output shaft ke gardan depan t-case ini meneruskan gerak ke t-case LJ80 yang hanya bertugas menggerakkan winch PTO.
Supaya mendapatkan putaran super low, output shaft belakang transfercase pertama tersebut disambungkan lagi pada t-case kedua, yang sama-sama menggunakan milik SJ30. Dari transfercase kedua baru disalurkan ke gardan depan dan gardan belakang.
Perbandingan 1 : 172,73 merupakan hasil paling low yang dicapai pada posisi girboks berada pada posisi gigi pertama. Angka tersebut merupakan hasil perkalian antara girboks dan dua transfercase SJ30.
Gigi 1 girboks Colt T120 1 :  3,8 x 3,052 (rasio L pada transfercase SJ30) x 3,052 (rasio L pada transfercase kedua) x 4,88 (rasio final gir) yang menghasilkan rasio akhir 1 : 172,73(at4)


Spesifikasi Teknis – Suzuki Jimny LJ80V 1981
Sasis
LJ80 custom diperpanjang 50cm
Bodi
LJ80V customized
Mesin
Mitsubishi 4G93
Girboks
Mitsubishi T-120 SS
Transfercase
2 buah Suzuki Jimny SJ30 dan 1 buah Jimny LJ80
Gardan
FJ40 (depan/belakang)
Final Gir
1 : 488
Per
XJ Cherokee (depan), Aftermarket (belakang)
Ban
Simex Extreme Trekker 35×10,5×16
Pelek
Land Cruiser Prado
Power Steering
Cold Diesel
Tierod
Toyota Land Cruiser
Sokbreker
Bilstein oli
Bengkel
Bengkel Atung Jl. Cipanjak Kabupaten Bandung
Telp: (022) 2017727
Sumber: majalah Jip edisi Oktober 2008 Vol 78. Teks: Suryo Sudjatmiko. Fotografi: Kodjang.

Trip Merawat Mobil Off-Road

Jakarta - Pasti Anda berpikir merawat mobil off-road itu susah karena banyak bagian atau komponen yang harus mendapatkan perawatan khusus. Tapi faktanya tidak seperti itu, merawat mobil off-road itu ternyata jauh lebih mudah.

Andy Harsono, pebalap off-road yang pernah menjadi juara 1 di West Java 2011 membawa team B4C (Bintaro 4x4 comunity), membeberkan cara mudah merawat mobil off-road.

Menurut pria kelahiran Jakarta, 9 November 1971 ini, merawat mobil off-road itu hampir sama dengan mobil biasa.

Cuma, setelah balapan (off-road) harus dicuci dengan bersih. Usahakan jangan sampai ada sisa-sisa tanah yang menempel disela-sela mobil.

"Biasanya kotoran tanah yang menjadi musuh para pecinta off-road. Kalau mau awet cuci setelah balapan dan pastikan tanah yang menempel tidak tersisa sedikit pun," terang pria akrab disapa Andy saat berbincang dengan detikOto.

Saat mencuci hal yang harus dilakukan yakni menyemprot mulai dari ban sampai ke kolong-kolong serta bagian bodi. Jangan sampai lumpur atau kotoran tanah dibiarkan mengendap di mesin maupun di bodi. Karena, jika dibiarkan satu hari saja akan sulit dibersihkan.

"Nantinya kalau tanah nempel di bodi dan mengering bisa-bisa saat dicuci bisa membuat cat mengelupas. Apalagi kalau dibiarkan menempel di mesin, itu bisa membuat mobil tidak tahan lama," paparnya.

Andy menambahkan, untuk komponen atau spare part tidak perlu diganti setiap habis balapan atau melakukan off-road. Meski ada beberapa komponen yang harus diganti tapi tidak selalu habis balap diganti.

"Tergantung balapannya seperti apa. Ada juga memang komponen yang setiap balap harus diganti tapi kebanyakan tidak," cetusnya.

Lebih lanjut, untuk servis juga tidak perlu dilakukan rutin 1 bulan sekali. Berbeda dengan mobil biasa yang sering digunakan dalam sehari-hari.

"Untuk mobil off-road tidak selalu rutin 1 bulan sekali. Biasanya tergantung event saja. Jika sudah mengikuti event baru diservis, kalau enggak biasanya jogrog saja di garasi," tandas pria yang kini fokus di kelas Speed off-road sambil tersenyum.












sumber : detik.com

3 Dara Berlaga di Tasikmalaya


3 Dara Berlaga di Tasikmalaya
3 Dara Berlaga di Tasikmalaya







Race : DSRAO 2012
Race Location : Urug Tasikmalaya Jabar
Driver : Sutarno, Yosep, A Toufiq
CoDriver : Andhi, Setro, Danang
Race Car : Jeep Cj-7
Race Team : 3Dara Muda Offroad Team
Video Camera : On Track
Date : 12 - 13 April 2012
Location : Urug Tasikmalaya Jabar

Senin, 14 Januari 2013

Tim Alpindo Juara Seri satu Djarum Super Offroad 2012

Tim Alpindo Juara Seri satu Djarum Super Offroad 2012
TANGERANG (DP) — Tim Alpindo menjadi juara di seri 1 Djarum Super 4×4 Real Adventure Offroad 2012. Tim Offroad asal Sukabumi, Jawa Barat, ini mengalahkan tim Jangkar Miring Hiu.
Pada event kejurnas yang digelar di BSD City, Tangerang, tim Alpindo sudah memimpin di hari pertama, Sabtu (14/4). Hasil baik itu  berhasil diteruskan oleh Joko Jangkrik dan kawan-kawan di dua SS terakhir.
Hasilnya, tim Alpindo mengumpulkan poin tertinggi (341). Mereka melakukan kerjasama tim yang baik sehingga mencatat waktu tercepat di SS3, SS5 dan SS6.
Kemenangan tersebut tentu saja sangat disyukuri oleh tim yang baru dibentuk 2011. Pihak Alpindo pun harus mengakui bahwa faktor alam sangat berpengaruh di event ini.
“Trek seri I pertama menarik. Namun faktor alam ikut bicara. Saat hujan turun semua strategi tak berguna, tinggal faktor keberuntungan dan kesiapan tim,” kata Joko Jangkrik.
Di posisi kedua ditempati oleh tim asal Surabaya, Jangkar Miring Hiu yang mengumpulkan 269 poin. Posisi ketiga diraih oleh juara nasional 2010, Khesena Offroad dengan 200 poin.
Pada kelas Perseorangan, Up 2.501cc dimenangkan Wahyu Lamban/Andik dari tim Jangkar Miring Hiu dengan total waktu 01 menit dan 13.178 detik. Sementara di nomor Perorangan Under 2.500cc dimenangkan Hendri Dunan/Riki dari Galunggung Offroad. Dunan mencatat total waktu terbaik 01:16.326 detik. [dp/Rek]

Fatya Nurrahman Kejar Poin di Kejurnas Adventure Offroad



Fatya Nurrahman Kejar Poin di Kejurnas Adventure Offroad
- Tidak semua offroader merasakan kesulitan dalam menghadapi trek dalam kejuaraan nasional adventure offroad yang baru saja diselenggarakan di Desa Urug, Tasikmalaya-Jawa Barat pada 12-13 April 2012 lalu.Memang dari setiap seri yang diselenggarakan, Genta Auto & Sport pimpinan Tjahyadi Gunawan selalu memberikan tantangan yang berbeda melalui desain trek yang harus dilalui oleh peserta.Akan tetapi, dengan perbedaan karakter trek dari seri ke seri justru bisa membuat para peserta semakin merasakan persaingan menjadi lebih hidup.
Soal settingan mobil memang menjadi menu utama yang harus dipersiapkan disamping persiapan fisik dari offroadernya sendiri.

Dalam seri ke-2 Kejurnas Adventure bertajuk 'Djarum Super 4x4 Real Adventure Offroad', Fatya Nurrahman cukup merasakan animo persaingan. Ditambah dengan karakter trek yang terjal dengan tanjakan terlihat dominan sepanjang trek.

Kendati demikian, offroader asal Kota Gudeg yang tergabung bersama GT Radial 4x4 Offroad Team tetap bisa memberikan hasil terbaiknya.
Melewati jalur trek yang sempit dan berhias akar pepohonan mahoni, Fatya Nurrahman yang mengendarai Jeep Wrangler bisa meraih fastest lap di Spesial Stage (SS) 1.
Dengan berakhirnya seri 2 ini, Fatya Nurrahman yang bersana rekan satu timnya, Inung NF dan Mariachi Gunawan kini mengumpulkan poin seri sebanyak 11 angka.

sumber : sportku.com


eBay Find of the Day: Andre Agassi's Hemi-powered Jeep Wrangler 2013




eBay Find of the Day: Andre Agassi's Hemi-powered Jeep Wrangler 2013Before retiring in 2006, tennis legend Andre Agassi played big on the court, and, apparently, played really big off road. His heavily customized 2007 Jeep Wrangler Rubicon Unlimited has been served up on eBay Motors and, you might expect, it's as bold as Agassi himself.

The Wrangler began with a humble 3.8-liter V6, rated at just 202 horsepower. Obviously that's not enough oomph for a celebrity sports star, because Agassi had Burnsville Offroad replace the anemic plant with a more appropriate 6.1-liter Hemi V8. To handle the 420 horses, Burnsville added a 545 RFE automatic transmission, Rancho 9000 shocks, tubular doors and LNG suspension system that presumably gave the Vegas-native all the offroad capabilities he needed to navigate the Nevada countryside. Or the Strip.

Seller Classic & Collectible Cars of Las Vegas says almost $80,000 was spent on the 4x4 at The Custom Shop, also in Nevada. That's on top of the cost of the original vehicle. For that kind of money, you might think they would have thrown in some custom interior pieces, too, but at least the auction winner will have a custom sound system to enjoy.

As of this writing, the auction bidding is at $33,100 after 18 bids, a fraction of that claimed customizing bill. Reserve hasn't been met, but a listing on C&C's website shows a $48,995 asking price.

Jeep sets all-time sales record in 2013

Jeep_sets_all_time_sales_record_in_2013.jpg
Last year was good to Jeep. Chrysler has announced its trail-rated brand set an all-time global sales record in 2012 by moving 701,626 units. That number easily surpasses the previous record set in 1999 when Jeep sold 675,494 models.

All told, the brand saw a 19-percent sales increase worldwide over 2011, and much of that swell can be traced directly to the Wrangler. While the Grand Cherokee led Jeep sales, the Wrangler posted record numbers both globally and within the US, moving 194,142 and 141,669 units in each market, respectively.

Meanwhile, the Compass beat its previous global sales record with 103,321 units rolling off of dealer lots. In the US, Jeep sold 62,010 Patriot units, breaking that model's previous record as well. Jeep's impressive performance in 2012 marks the second year in a row the brand has seen double-digit percentage sales increases.

source : ausjeepoffroad.com

SUKAPURA JEEP ADVENTURE Promosikan Offroad Tasikmalaya

SUKAPURA JEEP ADVENTURE Promosikan Offroad Tasikmalaya

TASIKMALAYA (bisnis-jabar.com)–Komunitas Sukapura Jeep Adventure (SJA) kembali akan menggelar even offroad Tasikmalaya, 15-16 Desember 2012. Even tersebut akan berlangsung di track offroad Tasikmalaya.
Ketua Panitia Sukapura, Siliwangi Jeep Adventure 2012 Hamzah Diningrat mengatakan Tasikmalaya memiliki wahana wisata offroad yang layak jual bagi penggemar offroad.
Salah satunya rest area Urug memiliki track yang bagus dan menantang. Kini Perhutani Tasikmalaya telah membuat jalur offroad di Kawasan tersebut sebagai arena wisata adrenalin.
“Hutan Urug juga telah dibangun pondok, sarana bermain, outbound juga jalur offroad yang sangat menantang. Sementara di Kabupaten Tasikmalaya juga tidak kalah bagusnya, seperti wilayah Gunung Tanjung dan Cineam. Makanya kami kembali menggelar kegiatan serupa,” papar Hamzah, Minggu (2/12).
Rute offroad mendatang akan mengambil Start dari Makodim 0612 Tasikmalaya – kawasan Urug -  Tamansari Kota Tasikmalaya – Gunung Tanjung, Cineam, hingga finish di Lapangan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. “Estimasi waktu diperkirakan, start Sabtu (15/12) pukul 10.00 WIB dan finish hari Minggu (16/12),” jelasnya.
Selain mempromosikan jalur wisata offroad, di perjalanan akan digelar juga bakti sosial, berupa memberikan santunan kepada sejumlah bangunan mesjid.
“Peserta juga boleh menyumbangkan sebagian hartanya untuk kepentingan umum.  Makanya, peserta sengaja dibuka bagi siapapun untuk berpartisipasi,” tutur Hamzah.

sumber : bisnis-jabar.com

5 Mobil Offroad Evakuasi Korban Longsor

5_Mobil_Offroad_Evakuasi_Korban_Longsor.jpg
Tasikmalaya - Proses evakuasi satu orang korban yang masih tertimbun tanah longsor di Sungai Cipalasari Desa/Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya masih terus dilakukan.

Tim SAR gabungan mengalami kesulitan. Namun, petugas tampak terus melakukan berbagai upaya mengevakuasi bongkahan batu besar dengan diameter sekitar 8 meter.

Komandan Distrik Militer 0612 Tasikmalaya Letkol Inf M Muchidin mengatakan pihaknya bakal terus melakukan proses evakuasi pencarian satu orang korban (Ulung) semaksimal mungkin.

"Kami akan terus berusaha semaksimal mungkin, semoga saja korban bisa dapat cepat ditemukan," ujarnya kepada wartawan di lokasi kejadian, Senin (26/11/2012).

Proses tahap pertama evakuasi yang dilakukan, kata Muchidin, pihaknya menguras air yang terbendung oleh batu. Karena dugaan pertama, korban tenggelam di sungai.

"Setelah kita kuras, korban pun belum juga ditemukan. Jadi dugaan kita korban tertimbun batu. Untuk menyingkirkan batu besar tersebut, kami akan menurunkan lima unit mobil offroad. Nantinya batu tersebut ditarik dengan menggunakan selling besi, tadi pagi sempat mencoba ditarik dengan satu mobil tapi tidak kuat," pungkasnya.[jul]

sumbe : inilahkoran.com

offroad tasikmalaya

djarum super 4x4 adventure offroad seri 2, 12-13 mei 2012 d.wahana wisata urug sukaraja, tasikmalaya..
''RINTANGAN BUKAN TANTANGAN''

Minggu, 13 Januari 2013

Cara Merawat Mobil Off-Road

Trik Merawat Mobil Off-Road
Jakarta - Pasti Anda berpikir merawat mobil off-road itu susah karena banyak bagian atau komponen yang harus mendapatkan perawatan khusus. Tapi faktanya tidak seperti itu, merawat mobil off-road itu ternyata jauh lebih mudah.

Andy Harsono, pebalap off-road yang pernah menjadi juara 1 di West Java 2011 membawa team B4C (Bintaro 4x4 comunity), membeberkan cara mudah merawat mobil off-road.

Menurut pria kelahiran Jakarta, 9 November 1971 ini, merawat mobil off-road itu hampir sama dengan mobil biasa.

Cuma, setelah balapan (off-road) harus dicuci dengan bersih. Usahakan jangan sampai ada sisa-sisa tanah yang menempel disela-sela mobil.

"Biasanya kotoran tanah yang menjadi musuh para pecinta off-road. Kalau mau awet cuci setelah balapan dan pastikan tanah yang menempel tidak tersisa sedikit pun," terang pria akrab disapa Andy saat berbincang dengan detikOto.

Saat mencuci hal yang harus dilakukan yakni menyemprot mulai dari ban sampai ke kolong-kolong serta bagian bodi. Jangan sampai lumpur atau kotoran tanah dibiarkan mengendap di mesin maupun di bodi. Karena, jika dibiarkan satu hari saja akan sulit dibersihkan.

"Nantinya kalau tanah nempel di bodi dan mengering bisa-bisa saat dicuci bisa membuat cat mengelupas. Apalagi kalau dibiarkan menempel di mesin, itu bisa membuat mobil tidak tahan lama," paparnya.

Andy menambahkan, untuk komponen atau spare part tidak perlu diganti setiap habis balapan atau melakukan off-road. Meski ada beberapa komponen yang harus diganti tapi tidak selalu habis balap diganti.

"Tergantung balapannya seperti apa. Ada juga memang komponen yang setiap balap harus diganti tapi kebanyakan tidak," cetusnya.

Lebih lanjut, untuk servis juga tidak perlu dilakukan rutin 1 bulan sekali. Berbeda dengan mobil biasa yang sering digunakan dalam sehari-hari.

"Untuk mobil off-road tidak selalu rutin 1 bulan sekali. Biasanya tergantung event saja. Jika sudah mengikuti event baru diservis, kalau enggak biasanya jogrog saja di garasi," tandas pria yang kini fokus di kelas Speed off-road sambil tersenyum.

sumber : detik.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons